WINBIE GENESIS: Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi winbie genesis

Pages

Wednesday, May 27, 2015

Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi



Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi
            Berhubungan dengan teknologi yang semakin canggih di dalam dunia usaha, setiap perusahaan selalu bersaing untuk mendapatkan jalan keluar dalam proses produksinya yang secara efektif dan efisien. Guna mendukung tujuan proses produksi di dalam perusahaan tersebut diperlukan suatu proses transformasi yang dapat merubah input menjadi output, yang memiliki nilai tambah dan dapat menghasilkan keluaran secara optimal yang sering disebut manajemen produksi dan operasi.

Pengertian dari manajemen produksi dan operasi menurut Sukanto Reksohadiprojo  (1995;3) adalah sebagai berikut :
“Kegiatan yang bertalian dengan penciptaan barang-barang dan jasa-jasa melalui pengubahan / faktor produksi menjadi keluaran / hasil produksi, kegiatan mana memerlukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan agar tujuan-tujuan dapat dicapai secara efektif”.

            Menurut T. Hani Handoko (1993;3), mengemukakan pengertian manajemen produksi sebagai berikut :
“Manajemen produksi dan operasi adalah usaha-usaha pengelolaan secara optimal penggunaan sumber daya ( atau lebih sering disebut Faktor Produksi ) tenaga kerja, mesin-mesin, bahan mentah, dan sebagainya dalam proses tranformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk atau jasa”.

                Menurut Sofjan Assauri (2004;12). Manajemen Produksi dan Operasi didefinisikan sebagai berikut :
“Manajemen produksi dan operasi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber daya manusia, sumber daya alat dan sumber daya dana serta bahan, secara efektif dan efisien, untuk mencipatakan dan menambah kegunaan (utility) sesuatu barang atau jasa”.
            Berdasarkan tiga teori di tersebut menunjukan bahwa kegiatan produksi dan operasi merupakan segala sumber daya masukan perusahaan diintegrasikan untuk menghasilkan keluaran yang memiliki nilai tambah. Produk yang dihasilkan dapat berupa barang akhir, barang setengah jadi, atau jasa. Bagi perusahaan yang berorientasikan laba, produk ini selanjutnya dijual untuk memperoleh keuntungan dan sumber dana yang baru bagi kegiatan operasi berikutnya, sementara bagi perusahaan atau organisasi nirlaba, produk ini diberikan kepada masyarakat atau pengguna tertentu untuk memenuhi misi tertentu.

0 comments:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com