WINBIE GENESIS: Alat Dan Teknik Perbaikan Kualitas Produk winbie genesis

Pages

Wednesday, May 27, 2015

Alat Dan Teknik Perbaikan Kualitas Produk



      Alat Dan Teknik Perbaikan Kualitas Produk
1.       Flowchart
          Flowchart  adalah gambaran skematik atau diagram yang menunjukan seluruh langkah dalam suatu proses dan menunjukan bagaimana langkah itu saling berinteraksi satu sama lain.
          Flowchart dalam proses produksi atau operasional pada suatu organisasi atau perusahaan tersebut digunakan untuk berbagai tujuan, antara lain :

a.        Memberikan pengertian dan petunujuk tentang jalannya proses produksi atau operasional pada suatu organisasi atau perusahaan.
b.        Membandingkan proses sesungguhnya yang dirasakan para pelanggan baik pelanggan internalmaupun eksternal dengan proses ideal yang diinginkan pelanggan tersebut.
c.        Mengetahui langkah-langkah yang duplikatif dan langkah-langkah yang tidak perlu.
d.       Mengetahui dimana atau dalam bagian proses yang mana pengukurun dapat dilakukan.
e.        Menggambarkan sisitem total.

Apabila digambarkan, maka secara umum gambaran mengenai flowchart ini dapat dilihat pada gambar 2.5
















Gambar 2.5
Flowchart
Oval: Mulai 


 




                                                                                                           
                                                                                   
                                                                                         Tidak
Flowchart: Decision: Keputusan                                                                                   



 
                                                                        Ya


Oval: Selesai
 


Sumber : Dorothea Wahyu Ariani “Manajemen Kualitas” (2002;172)

Gambar di atas menunjukan bagaimana urutan atau rangkaian kegiatan yang terjadi selama proses produksi atau operasi dalam suatu organisasi atau perusahaan. Urutan atau rangkaian proses inilah yang nantinya dapat digunakan untuk membantu mendeteksi kesalahan yang disebabkan oleh proses produksi atau operasi.
2.    Cause and effect Diagram
          Cause and effect diagram digunakan untuk menganalisis persoalan dan faktor-faktoryang menimbulkan persoalan tersebut. Dengan demikian diagram  tersebut, dapat digunakan untuk menjelaskan sebab-sebabsuatu persoalan.
          Diagram tersebut juga disebut Fishbone Diagram karena berbentuk seperti kerangka ikan.
          Cause and effect diagram dapat dipergunakan untuk hal-hal sebagi berikut:
  1. Untuk menyimpulkan sebab-sebab variasi dalam proses.
  2. Untuk mengidentifikasi kategori dan subkategori sebab-sebab yang mempengaruhi suatu karakteristik kualitas tertentu.
  3. Untuk memberikan petunjuk mengenai macam-macam data-data yang perlu dikumpulkan.
Contoh dari cause and effect diagram ini dapat dilihat pada gambar 2.6 tentang keterlambatan penerbangan pesawat.
Gambar 2.6
Cause and Effect Diagram


                                                                               
          Lain – lain                  alat/mesin                    orang
               
                 Cuaca                       Pesawat lambat               Keterlambatan awak

                                                                                          Keterlambatan datangnya penumpang
Keterlambatan penerbangan pesawat
 
                                                             Kegagalan Mekanik













 


                            Keterlambatan bahan bakar       Keterlambatan prosedur check in
                        Keterlambatan bagasi                 Pengumuman kedatangan buruk
                          Bahan                                              Prosedur
Sumber : Dorothea Wahyu Ariani “Manajemen Kualitas”(2002;173)
            Jadi cause and effect diagram  berguna dalam tahap perencanaan ( plan) dari plan-do-check-action cycle karena dapat membantu mengidentifikasi sebab-sebab proses yang mempunyai peranan bagi timbulnya efek yang dikehendaki oleh pelanggan. Diagram sebab-akibat ini juga dapat diterapkan pada organisasi atau perusahaan, baik manufaktur maupun jasa.
         Pada akhir bab ini peneliti mengetahui bahwa dengan melakukan pemeliharaan yang baik dapat memperkecil kerusakan-kerusakan mesin yang terjadi sehingga dapat mempertahankan kontinuitas proses produksi dimana mesin bekerja dengan optimal, waktu penyelesaian tepat, mutu produk baik, kerusakan yang tidak diharapkan dapat dihindari, serta fasilitas-fasilitas pemeliharaan dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan selain itu pelanggan puas terhadap kualitas produk yang dihasilkan.

0 comments:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com