WINBIE GENESIS: Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja winbie genesis

Pages

Tuesday, May 26, 2015

Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja



6  LaLaporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja
Analisa ini yaitu untuk mengetahui darimana sumber modal dan untuk apa modal kerja digunakan. Laporan sumber dan penggunaan modal kerja suatu perusahaan sangat penting artinya bagi Bank dalam menilai permintaan kredit yang diajukan kepadanya.
Adapun langkah-langkah dalam penyusunan laporan sumber dan penggunaan modal kerja adalah sebagai berikut :

a.       Menyusun laporan perubahan modal, laporan ini menggambarkan perubahan dari masing-masing unsur modal kerja antara dua titik waktu. Dengan laporan tersebut dapat diketahui adanya kenaikan atau penurunan modal kerja beserta besarnya modal kerja
b.      Mengelompokan perubahan-perubahan dari unsur-unsur non-current account antara dua titik waktu tersebut ke dalam golongan yang mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang mempunyai efek memperkecil modal kerja.
c.       Mengelompokan unsur-unsur dalam laporan laba ditahan ke dalam golongan yang perubahannya mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang mempunyai efek memperkecil modal kerja
d.      Berdasarkan hal tersebut barulah dapat disusun laporan sumber dan penggunaan modal kerja

2.1.3   Analisis Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang penting bagi para pemakai laporan keuangan dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi. Pada sisi lain, ternyata bahwa karena karakteristiknya, laporan keuangan bukanlah segala-galanya, karena laporan keuangan memiliki keterbatasan.
Laporan keuangan akan menjadi lebih bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi apabila dengan informasi laporan keuangan tersebut dapat diprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang. Dengan mengolah lebih lanjut laporan keuangan melalui proses perbandingan, evaluasi dan analisis trend, akan diperoleh prediksi tentang apa yang mungkin akan terjadi di masa mendatang.
2.1.3.1  Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Berikut ini beberapa pengertian mengenai analisis laporan keuangan yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain:
Harnanto (1991:155) menjelaskan analisis laporan keuangan adalah “Analisis laporan keuangan tidak lain merupakan suatu studi terhadap saling hubungan dari rekening-rekening di dalam laporan keuangan tersebut, baik hubungan struktural maupun hubungan-hubungan trendnya.”
Menurut Dwi Prastowo (2002:52) analisis laporan keuangan sebagai berikut: “Analisis laporan keuangan merupakan suatu proses untuk membedah laporan keuangan ke dalam unsur-unsurnya, menelaah masing-masing unsur-unsur tersebut, dan menelaah hubungan di antara unsur-unsur tersebut, dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan itu sendiri.”
Dari berbagai pengertian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian dari analisis laporan keuangan adalah suatu proses yang dapat digunakan untuk memahami hubungan-hubungan yang terdapat dalam laporan keuangan pada suatu saat tertentu dan kecenderungan-kecenderungannya.
2.1.3.2 Teknik Analisis Laporan Keuangan
Menurut S. Munawir (2004:36) teknik analisis yang biasa digunakan dalam analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1.   Analisis Perbandingan Laporan Keuangan, adalah metode atau teknik analisis dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih dengan menunjukkan:
a.   Data absolut atau jumlah-jumlah dalam rupiah.
b.   Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah.
c.   Kenaikan atau penurunan dalam persentase.
d.   Perbandingan yang dinyatakan dalam ratio. 
e.   Persentase dari total.
2.   Analisis Trend atau tendensi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam persentase (trend percentage analysis), adalah suatu metode atau teknik analisis untuk mengetahui tendensi daripada keadaan keuangannya, apakah menunjukkan tendensi tetap, naik atau bahkan turun.
3.   Analisis Laporan dengan persentase per komponen atau Common Size Statement Analysis adalah suatu metode analisis untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap total aktivanya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi perongkosan yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya.
4. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja, adalah suatu analisis untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu.
5.   Analisis Sumber dan Penggunaan Kas atau Cash Flow Statement Analysis adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu.
6.   Analisis ratio adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba-rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.
7.   Analisis Perubahan Laba Kotor  (Gross Profit Analysis) adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut.
8.   Analisis Break-Even, adalah suatu analisis untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak menderita kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan. Dengan analisis break-even ini juga akan diketahui berbagai tingkat keuntungan atau kerugian untuk berbagai tingkat penjualan.
Sedangkan menurut Dwi Prastowo (2002:54), secara umum metode analisis laporan keuangan dapat diklasifikan menjadi dua klasifikasi, yaitu:
1.      Metode analisis horizontal (dinamis) adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk beberapa tahun (periode), sehingga dapat diketahui perkembangan dan kecenderungannya. Disebut metode analisis horizontal karena analisis ini membandingkan pos yang sama untuk periode yang berbeda. Disebut metode analisis dinamis karena metode ini bergerak dari tahun ke tahun (periode).
2.      Metode analisis vertikal (statis) adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan pada tahun (periode) tertentu, yaitu dengan membandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya pada laporan keuangan yang sama untuk tahun (priode) yang sama. Oleh karena membandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya pada laporan keuangan yang sama, maka disebut metode vertikal. Disebut metode statis karena metode ini hanya membandingkan pos-pos laporan keuangan pada tahun (periode) yang sama.
2.1.3.3   Analisis Horizontal (Trend Analysis)
Dengan teknik analisa dengan memperbandingkan laporan keuangan seperti diterangkan dimuka akan diketahui perubahan masing- masing pos dan dapat diketahui perubahan mana yang cukup penting untuk dianalisa lebih lanjut. Teknik analisa tersebut sering juga disebut dengan Analisa Naik Turun; karena dengan analisa tersebut diketahui kenaikkan atau penurunan dari masing- masing pos. Teknik analisa tersebut hanya akan praktis bila digunakan untuk menganilsa dua atau tiga periode laporan keuangan.
2.1.3.4 Pengertian Analisa Horisontal (Trend Analysis)
Gambaran situasi perusahaan pada suatu waktu tertentu dan dari gambaran ini sebenarnya dapat kita bayangkan kecendrungan (trend) situasi perusahaan dimasa yang akan datang melalui gerakan yang terjadi pada masa lalu sampai kini melalui indeks, number, dan lain-lain.
Menurut Kasmir analisa horisontal (Trend Analysis) adalah Trend Analysis adalah merupakan analisis laporan keuangan yang biasa dinyatakan dalam persentasi tertentu, dalam analisis Trend perbandingan analisis dapat dilakukan dengan menggunakan analisis horisontal atau dinamis.”
Data keuangan yang akan digunakan untuk mengadakan analisis trend dengan persentase adalah data yang paling awal. Kemudian, data tersebut dibandingkan dengan data selanjutnya. Artinya data paling awal dianggap sebagai tahun dasar sebagai awal perhitungan. Data awal yang akan dianalisis kita anggap data normal antara tahun yang akan dianalisis. Sebagai contoh kita memiliki data dari tahun 2004 sampai dengan 2008.
Angka indeks yang digunakan untuk tiap pos tahun dasar dalam laporan keuangan diberi angka 100%. Kemudian, pos yang sama dalam periode dihubungkan dengan pos yang sama pula pada tahun berikutnya. Caranya adalah dengan membagikan jumlah rupiah pos yang sama tahun yang akan dianalisis dengan pos yang sama dengan tahun dasar.
Dalam analisis horizontal, perubahan hasil kegiatan perusahaan dan posisi keuangan dalam jangka waktu tertentu dinyatakan dalam persentase ataupun jumlah (Rupiah). Rumus persentase kenaikan atau penurunan dari periode dasar adalah sebagai berikut:
Jumlah Tahun Sekarang – Jumlah Tahun Dasar
        Jumlah Tahun Dasar

2.2  Kerangka Pemikiran
Pelaku ekonomi Indonesia disamping Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMN), Perbankan dan Perusahaan Swasta lainnya, adalah Koperasi. Koperasi termasuk salah satu lembaga bukan bank yang ikut serta memajukan kesejahteraan ekonomi nasional, juga ikut serta dalam pemerataan di segala bidang yang dilakukan Indonesia dengan tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Koperasi mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Bentuk usaha ini dicita-citakan oleh bangsa Indonesia sebagai bangun usaha yang cocok. Hal ini dijelaskan dalam Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan kehidupan koperasi Indonesia diatur dalam undang-undang No.25 tahun 1992.
Pada umumnya yang dimaksud dengan modal adalah sejumlah uang yang dipergunakan untuk usaha. Apabila seseorang bermaksud menjalankan usaha maka ia akan memerlukan uang untuk membeli barang-barang yang bakan dipergunakan dalam usahanya itu. Dalam pengertian diatas modal dikatakan sebagai sejumlah uang, sebenarnya pengertian modal tidak hanya terbatas pada uang saja, melainkan juga termasuk barang-barang yang digunakan untuk usaha.
Menurut Lukas Setia Atmaja (1999:115) yang dimaksud dengan modal adalah “Dana yang digunakan untuk membiayai pengadaan aktiva dan operasi perusahaan. Modal terdiri dari item-item yang ada disisi kanan suatu neraca yaitu hutang, saham biasa. Saham preferensi, laba ditahan.”
Dari modal yang terhimpun, maka perusahaan akan mengalokasikan dana ke dalam berbagai bentuk aktiva, salah satunya adalah modal kerja. Modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap hutang jangka pendek (net working capital), yaitu jumlah aktiva lancar yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun dari para pemilik perusahaan. Definisi ini bersifat kwalitatif karena menunjukan tersedianya aktiva lancar yang lebih besar daripada hutang lancarnya (hutang jangka pendek) dan menunjukan pula margin of protection atau tingkat keamanan bagi para kreditur jangka pendek, serta menjamin kelangsungan operasi di masa yang akan datang dan kemampuan perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman jangka pendek dengan jaminan aktiva lancarnya.
Analisa terhadap sumber dan penggunaan modal kerja sangat penting bagi penganalisa intern maupun ekstern, disamping masalah modal kerja ini erat hubungannya dengan operasi perusahaan sehari-hari juga menunjukan tingkat keamanan para kreditur terutama kreditur jangka pendek.       
Tujuan yang paling penting dari analisis sumber modal dan penggunaan modal kerja yaitu untuk mengetahui bagaimana kebutuhan modal tersebut dipenuhi dan bagaimana modal tersebut digunakan.

0 comments:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com