WINBIE GENESIS: ANALISIS RATIO KEUANGAN DAN CONTOH winbie genesis

Pages

Tuesday, May 26, 2015

ANALISIS RATIO KEUANGAN DAN CONTOH



ANALISIS RATIO KEUANGAN


1.    PENGERTIAN  STATEMEN KEUANGAN

Statemen keuangan perusahaan  adalah statemen yg memberikan ikhtisar mengenai keadaan keuangan perusahaan, dimana Neraca (balance sheet) mencerminkan nilai aktiva, hutang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan Statemen Rugi-Laba (income statements) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama suatu periode tertentu biasanya satu tahun.


Media komunikasi dan pertanggungjawaban/ pertanggungjelasan antara perusahaan dan para pemiliknya atau pihak lainnya



2.    ANALISIS STATEMEN KEUANGAN
Konsep analisis keuangan, bahwa hubungan – hubungan kuantitatif dapat digunakan untuk mendiagnosa kekuatan dan kelemahan dalam kinerja suatu perusahaan.

3.    MANFAAT ANALISIS  RASIO KEUANGAN
Membantu penganalisis untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan perusahaan yg bersangkutan.

Untuk mengambil manfaat rasio keuangan kita memerlukan standar untuk perbandingan. Salah satu pendekatan adalah membandingkan rasio-rasio perusahaan dengan pola industri atau lini usaha di mana perusahaan secara dominan beroperasi.


4.    MACAM-MACAM RASIO KEUANGAN

Beberapa tinjauan terhadap hubungan kuantitatif rasio keuangan:

Dilihat dari sumbernya  rasio dibagi menjadi 3:

1.    Rasio-Rasio Neraca
·       Adalah rasio-rasio yg disusun dari data yg berasal dari neraca misalnya;  current ratio, Acid test-ratio, , current assets to total assets ratio, current lialibilities to total assets ratio dan lain sebagainya.

2.    Rasio Statemen Rugi-Laba
·       Rasio-rsio yang disusun berdasarkan income statements, misalnya gross profit margin, net operating margin, operating ratio, dan lain sebagainya.

3.    Rasio-Rasio Antar Statemen Keuangan
·       Adalah rasio keuangan yang disusun berdasarkan Neraca dan data lainnya yg berasal dari income statement, misalnya assets turnover, inventory turnover, receivables  turnover dan sebagainya.


Neraca
PT ABC
PER 31 DESEMBER 2001
( dalam ribuan rupiah )

Aktiva Lancar

Hutang lancar

Kas
200.000
Hutang dagang
300.000
Efek
200.000
Hutang wesel
100.000
Piutang
160.000
Hutang Pajak
160.000
Persediaan
840.000


Jumlah A.L.
1.400.000
Jumlah H.L.
560.000




Aktiva Tetap

Hutang jk. Panjang

Mesin
700.000
Obligasi
600.000
Akum. Penyusutan
100.000



600.000
Modal sendiri

Bangunan
1.000.000
Modal saham
1.200.000
Akum. Penyusutan
200.000
Agio saham
200.000

800.000

1.400.000
Tanah
100.000
Laba ditahan
440.000
Intangibles
100.000


Jumlah A.T.
1.600.000
Juml. Modal sendiri
1.840.000




Jumlah Aktiva
3.000.000
Jumlah pasiva
3.000.000


Statemen Laba – Rugi
PT ABC
Periode 31 Desember 2001
( dalam ribuan rupiah )
Penjualan
4.000.000
Harga pokok penjualan
3.000.000
Laba kotor
1.000.000
Biaya-biaya
570.000
Keuntungan sebelum bunga & pajak
430.000
Bi. Bunga obligasi ( 5 % x Rp 600.000 )
30.000
Keuntungan sebelum pajak
400.000
Pajak penghasilan
160.000
Keuntungan bersih setelah pajak
240.000


PERHITUNGAN RASIO-RASIO  KEUANGAN

 

RASIO KEUANGAN

 

METODE PERHITUNGAN

 

INTERPRETASI


     
I. RASIO LIKUIDITAS

A. Current Ratio

Aktiva Lancar
--------------------
Hutang Lancar


1.400.000
-------------  = 2,5 : 1 = 250%
560.000

Kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar. Setiap hutang Lancar Rp 1,00 dijamin oleh oleh aktiva lancar Rp 2,50

B. Cash Ratio











Kas + Efek   =  400.000  =
HL                 560.000

= 0,71 atau 71%



Kemampuan membayar utang dengan segara yang harus dipenuhi  dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang segera dapat diuangkan.
Setiap hutang Lancar  Rp1,00 dijamin oleh kas  dan efek Rp 0,71

C. Quick ratio (Acid Test  
     ratio)



Kas +Efek + Hutang
Hutang Lancar

200.000 + 20.000 + 160.000
560.000
= 1 : 1  atau 100%


·   Kemampuan untuk membayar utang  yg segera hrs dipenuhi
·   Dg aktiva lancar yg lebih likuid.

·   Setiap utang lancar Rp 1,00  dijamin dengan quick assets 1,00





D. Working Capital to
    Total    Assets Ratio



Aktiva Lancar – Ht Lancar
-------------------------------------
Jumlah Aktiva


1.400.000 – 560.000
------------------------------
3.000.000

= 0, 28  : 1 atau 28 %



Likuiditas darin total  aktiva dan posisi modal kerja neto.


Setiap Rp 1, 00  assets perusahaan Rp 0,28 terdiri dari  modal kerja (aktiva lancar)

II. RATIO LEVERAGE




A.    Total Debt to Equity Ratio




H  Lancar + H JK Panjang
Jml Modal Sendiri

560.000 + 600.000
1840.000
= 0,63 : 1  atau 63 %

Bagian setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan hutang.
63% dari setiap rupiah modal sendiri menjadi jaminan utang.



B.     Total debt to total 
capital Assets 

Utg Lancar + Utg JK PJ
Jumlah Modal/Aktiva

560.000 + 600.000
3.000.000
= 0,39 : 1 atau 39%








Beberapa bagiam dari keseluruhan dana yang  dibelanjai dengan utang. Atau
Berapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin utang.
39 % dari setiap aktiva digunakan untuk menjamin utang.


C.     Long Term Debt  To
      Equity ratio












Hutag JK Panjang
Modal Sendiri

600.000
---------------  = 0,33 : 1  = 33%
1.840.000







Bagian setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan  untuk hutang jk panjang.

33 % dari setiap rupiah modal sendiri
Digunakan untuk menjamin hutang jangka panjang.


D.        Tangible Assets
        Debt Coverage

Jml Aktiva  - Intangibles HL
Hutang Jk Pjg

3.000.000 – 100.000 – 560.000
600.0000

2. 340.000
600.000

= 3,9 :1 atau 390%



Besarnya aktiva tetap tangible   yang digunakan untuk menjamin hutang jangka panjang setiap rupiahnya

Setiap rupiah Hutang JKPJ dijamin oleh aktiva tangible  sebesare RP 390



E.     Times Interest Earned Ratio


EBIT
Bunga HTG JK panjang

430.000 =  14,3 X
30.000








Besarnya jaminan
keuntungan yang digunakan untuk membayar bunga Hutang JK PJG



III. RASIO AKTIVITAS





A.    Total Assts Turn Over

Penjualan Neto       400.000
--------------------- =  ------------
Jumlah Aktiva         300.000
=  1,33

Kemampuan dana yang tertanam dlm keseluruhan aktivaberputar dalam satu periode tertentu, Atau kemampuan dana yang diinvestasi- kan untuk menghasilkan revenue.

Dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva  rata-rata dlm  1 thn berputar 1,33X. Atau setiap 1 Rupiah setiap thn dpt meng- hasilkan Rp1,33


B.     Receivable Torn Over


Penjualan Kredit
------------------------
Piutang Rata-rata

4.000.000
------------------------ = 25 X
160.000



Kemampuan dana yang tertanam dalam piutang berputar dalam suatu periode tertentu.

Dalam satu tahun rata-rata dana yang tertanam dalam piutang berputar selama 25X


C. Average  Collection Period

Piutang rata-rata X 360
Penjualan Kredit

160.000 X 360
------------------ = 14,4 hari
4.000.000

Periode rata-rata yang dibutuhkan dalam pengumpulan pihutang
Piutang rata-rata dikumpulkan setiap 15 hari sekali.


D. Inventory Turn Over

Harga Pokok Penjualan
---------------------------------
Inventory Rata-Rata

=  3000.000.
-------------  = 3,6 X
840.000

Kemampuan dana yang tertanam dalam inventory berputar dalam satu periode tertentu.

Dana yang tertanam dalam inventory  berputar rata-rata 3,6 X dalam satu tahun.



E. Average Day’s Inventory

Inventory rata-rata X 360
·         -----------------------------------
Harga Pokok Penjualan

840.000 X 360
·         -------------------  = 10 hari
3.000.000

Periode rata-rata persediaan berada di gudang .

Inventory berada di gudang rata-rata selama 10 hari.


F.      Working Capital Turn over

Penjualan Netto
·         ----------------------------------
Aktiva lancar – H Lancar

4.000.000
·         --------------------------
1.400.000 – 560.000

= 4,76 X  atau 4,8 X

Kemampuan modal keja perusahaan berputar dalam satu periode siklus kas perusahaan
Dana yang tertanam dalam modal kerja  berputar rata-rata 4,8 X dalam satu tahun.


III. RASIO KEUNTUNGAN




A. Gross Profit Margin

Penjualan Neto – Harga
Pokok Penjualan
----------------------------------
Penjualan Neto

4.000.000 – 3.000.000
--------------------------  X 100 %
4.000.000

= 25%


Laba Bruto per rupiah penjualan

Setiap Penjualan menghasilkan laba bruto Rp 0,25.





B.  Operating Income
     Ratio ( Operating
     Profit Margin)


Penjualan Neto – Hpokok
Penjualan – Biaya ADM dan
Umum
----------------------------------------
Penjualan Netto


4.000.000 – 3.000.000 –570.000
---------------------------------------
4.000.000

= 10, 75%


Laba sebelum Bunga dan Pajak  (net operating income) oleh setiap rupiah penjualan

Setiap rupiah penjualan menghasilkan laba operasi Rp 0,11.

C.     Operating Ratio





Hrg Pokok P enjualan + Biaya ADM + Biaya Penj + Biaya Umum
---------------------------------------
Penjualan Neto

3.000.000 + 570.000
------------------------- = 89,25 %
4.000.000



Biaya operasi per rupiah penjualan .

Setiap rupiah penjualan memerlukan biaya Rp 0,89

Makin besar rasio makin buruk


D.    Net Profit Margin


Keuntungan Neto  sesudah Pajak
--------------------------------------
Penjualan Neto

240.000
---------------------- = 6 %
4.000.000



Keuntungan neto per rupiah penjualan


Setiap rupiah penjualan menghsilkan keuntungan neto sebesar Rp 0,06

E.     Earning Power of
Total Investmen  rate of return of total assets)














EBIT
--------------------------
JML AKTIVA

               430.000
------------------ = 14,3 %
             3.000.000



Kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan
Aktiva  untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor.


Setiap satu rupiah modal yang diinvestasikan menghasilkan keuntungan  Rp 0,14 untuk semua investor.


F.      Net Earning Power ratio / Return On Investment
(ROI)





Earninf After Tax
-----------------------------
Jumlah Aktiva

240.000
=   -------------------- = 8%
3.000.000


Kemampuan modal yg diinvestasikan
Dlm keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan neto.



G.    Rate of  Return for
the Owners
(Rate of Return on
Net Worth)




Earning After Tax
----------------------------
ML Modas Sendiri

240.000
=    ----------------  = 13 %
1.840. 000




Kemampuan modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham preferen dan biasa.

Setiap rupiah modal sendiri menghasilkan keuntungan neto Rp 0,13 yg tersedia bagi pemegang shm preferen  dan biasa



Pendekatan lain dalam analisis laporan keuangan

Langkah pertama : Pengelompokkan Pengukuran dalam 3 aspek
1.          Ukuran kinerja
2.                                                       Ukuran Efisiensi Operasi
3.          Ukuran Kebijakan Keuangan

1.    Ukuran kinerja dianalisis dalam tiga kelompok:
a.    ratio profitabilitas
b.    ratio pertumbuhan
c.     ratio Penilaian

UKURAN KINERJA/RATIOKEUANGAN


RATIO PROFITABILITAS



1. Kinerja laba operasi
    Laba Operasi Bersih (NOI)/Penjualan


               Laba Operasi Bersih
          ----------------------------
                 Penjualan


                     $ 700,8
          =    ----------------  = 15,2 %
                    $ 4.620,0
   


Kemampuan penjualan untuk menghasilkan laba bersih.

Setiap satu dollar  penjualan mampu  menghasilkan laba operasi bersih $ 0.13

2. Hasil pengembalian atas total aktiva (ROI)

Laba operasi terhadap total aktiva

               Laba Operasi Bersih
          ----------------------------
                   Aktiva


                     $ 700,8
          =    ----------------  = 20%
                    $ 3.390,4
   


Kemampuan penggunaan aktiva  untuk menghasilkan laba operasi bersih.

Setiap satu dollar  aktiva  mampu  menghasilkan laba operasi bersih    $ 0.20

3. Laba Operasi Bersih
    terhadap Total Modal

               Laba Operasi Bersih
          ----------------------------
                   Total Modal

 (Total Modal / Hutang berbeban bunga atas total modal bunga + ekuitas pemegang saham)



                     $ 700,8
          =    ----------------  = 28,2%
                    $ 2.484,0
   


Kemampuan penggunaan modal   untuk menghasilkan laba operasi bersih.

Setiap satu dollar  modal   mampu  menghasilkan laba operasi bersih    $ 0.28

4 Laba bersih terhadap penjualan / Marjin laba atas penjualan

                     Laba Bersih
          ----------------------------
                   Penjualan

                      $ 470,2
          =    ----------------  = 10,2%
                    $ 4.620,0
   


Kemampuan penjualan dalam     menghasilkan laba  bersih.

Setiap satu dollar  penjualan mampu  menghasilkan laba  bersih    $ 0.28

5. Hasil pengembalian atas equitas / Return on Equity hasil pengembalian atas equitas

                     Laba Bersih
          ----------------------------
                   Equitas pemegang saham

                      $ 470,2
          =    ----------------  = 28,8 %
                    $ 1.634,4
   

Mengukur pengembalian nilai buku kepada pemilik perusahaan.

Setiap satu dollar Equitas mampu menghasilkan laba bersih  $ 0,288
5.      Tingkat profitabilitas
      marjinal

                     Perubahan NOI
          ----------------------------
        Perubahan total modal
                      $ 237,6
          =    ----------------  = 18,4 %
                    $ 1292,1
   

Mengukur perubahan margin profitabilitas dari beberapa periode.

Margin profitabilitas dari periode (lima tahun terakhir) 18,4%
7.   Hasil pengembalian
      Marginal atas Equitas / Marginal return to equity)
                     Perubahan NI
          ----------------------------
        Perubahan equitas
                      $ 219,7
          =    ----------------  = 15,3 %
                    $ 1147,2

Marginal return to equity 15,3%
Rasio Pertumbuhan
Pertumbuhan penjualan, Laba Operasi bersih, Laba bersih, Laba per saham da dividen per saham

RATIO PENILAIAN


Rasio harga/laba
Harga pasar per saham terhadap laba per saham (price /earning ratio atau P/E ratio

             Harga pasar per saham
          ----------------------------
            Laba per saham
                      $ 69.69
          =    ----------------  = 15,9 %
                    $ 3,85
   

Semakin tinggi risiko tinggi faktor diskonto dan semakin rendah rasio P/E, semakin tinggi P/E, maka semakin bagus sebuah perusahaan.
Rasio Harga Pasar terhadap nilai Buku (market –to – book – value)

             Harga pasar per saham
          ----------------------------
            Nilai buku ekuitas
                      $ 69.69
          =    ----------------  = 5,2 %
                    $ 13,41
   

Mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh.

  1. Ukuran Efisiensi Operasi
Mengukur rasio aktivitas atau rasio perputaran adalah mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan investasi dan sumber daya ekonomis yang dimilikinya.

UKURAN KINERJA/RATIOKEUANGAN



METODE  PERHITUNGAN
INTEPRETASI

Perputaran Persediaan



               Harga Pokok Penjualan
          ----------------------------
                 Persediaan


                     $ 700,8
          =    ----------------  = 15,2 %
                    $ 4.620,0
   

Sama dengan di atas (aspek yang lain)


  1. Ukuran Kebijakan Keuangan

Mengukur sampai seberapa jauh total aktiva dibiayai oleh pemilik, jika dibandingkan dengan pembiayaan yang disediakan oleh para kreditur.

UKURAN KINERJA/RATIOKEUANGAN



METODE  PERHITUNGAN
INTEPRETASI

A. Faktor leverage



                   Total Aktiva
          ----------------------------
                    Ekuitas

                     $ 3.390
          =    ----------------  = 2,07
                    $ 1.6334,4
   

Menegukur sampai seberapa jauh investasi ekuitas pemegang saham diperbesar oleh penggunaan penggunaan hutang dalam membiaya total aktiva.
Rasio likuiditas
S DA


H

0 comments:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com