WINBIE GENESIS: Analisa Perubahan Laba Kotor winbie genesis

Pages

Tuesday, May 26, 2015

Analisa Perubahan Laba Kotor



         Pengertian laba
Pengertian laba menurut  Earl K. Stiece,phd, James D. stice,phd, K. Fred Skousen, phd, cpa, dalam bukunya “ Intermediate accounting” Edisi 15
Gains (laba) adalah jumlah yang dapat diberikan kepada investor (sebagai hasil dari investasi) dan kondisi perusahaan di akhir periode masih sama baiknya atau kayanya yang diawal periode “ (2004;226)
Pengertian laba Menurut Theodorus M. Tuanakotta, dalam bukunya “Teori Akuntansi “ Edisi kesatu menyatakan : “ Gains (laba) adalah berupa pemberian atau  hiba yang diterima perusahaan, maupun dari penjual atau pertukaran asset yang bukan inventori (2000;177)


Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka penulis mengambil kesimpulan bahwa pada dasarnya laba adalah merupakan selisih lebih dari pendapatan,  penjualan bersih dengan harga pokok penjualan.

2.2.2 Jenis-Jenis Laba
                     M.Tuanakotta Mengungkapkan jenis-jenis Laba dalam hubungannya dengan perhitungan laba yaitu :
1.      Laba kotor yaitu perbedaan antara pendapatan bersih dan penjualan dengan harga  pokok penjualan.
2.      Laba operasi yaitu selisih antara laba kotor dengan total beban operasi.
3.      Laba bersih yaitu angka terakhir dari perhitungan laba-rugi dimana untuk mencarinya laba operasi ditambah  pendapatan lain-lain dikurangi dengan beban-beban lain.

2.2.3    Pengklasifikasian Laba
Dalam menyajikan laporan laba-rugi akan terlihat pengklasifikasian dalam penetapan pengukuran laba sebagai berikut :
1.      Laba kotor atas penjualan, merupakan selisih dari penjualan bersih dan harga pokok penjualan laba ini dinamakan laba kotor hasil penjualan bersih dikurangi dengan beban operasi lainnya untuk periode tertentu.
2.      Laba bersih operasi perusahaan yaitu laba kotor dikurangi dengan sejumlah biaya penjualan, biaya administrasi dan umum.
3.      Laba bersih sebelum potongan pajak, merupakan pendapatan perusahaan secara keseluruhan sebelum potongan pajak perseroan, yaitu perolehan apabila laba operasi dikurangi atau ditambah dengan selisih pendapatan dan biaya-biaya lain.
4.      Laba kotor sesudah potongan pajak yaitu laba bersih setelah diambil atau dikurangi dengan pendapatan dan biaya non operasional dan dikurangi dengan pajak perseroan.

2.2.4 Faktor Yang Mempengaruhi Laba
Menurut Mulyadi, Dalam bukunya “Akuntansi Manajemen” mengemukakan bahwa Faktor-Faktor yang mempengaruhi laba antara lain :
1.      Biaya
Biaya yang timbul dari perolehan atau mengelolah suatu produk atau jasa akan mempengaruhi harga jual yang bersangkutan.
2.      Harga Jual
Harga jual produk atau jasa akan mempengaruhi besarnya volume penjualan produk atau jasa yang bersangkutan.
3.      Volume Penjualan dan Produksi
Besarnya volume penjualan berpengaruh terhadap volume produksi produk atau jasa tersebut, selanjutnya volume produksi akan mempengaruhi besar kecilnya biaya produksi.

2.2.5 Konsep laba
Menurut Sofyan S. Harahap dalam buku “Teori Akuntansi” dimana konsep ini sebagi pedoman dalam pembuatan laporan keuangan bagi pihak-pihak tertentu, dan berguna dalam pengambilan keputusan atau kebijakan  yang akan dikeluarkan.
Salah satu sarana penting bagi organisasi yang berorientasi pada profit orientied adalah menghasilkan laba. Oleh karena itu jumlah laba yang dihasilkan dapat dipakai sebagi salah satu alat ukur efektifitas, karena laba adalah selisih antara pendapatan (yang merupakan ukuran keluaran) dan pengeluaran (yang merupakan ukuran masukan).
Laba merupakan keuntungan yang diterima perusahaan karena perusahaan telah melakukan  pengorbanan untuk kepentingan pihak lain.
Konsep laba terdiri dari beberapa macam bentuk atau jenis diantaranya :
1.      Konsep laba Akuntansi, dimana konsep ini menyatakan 5 (lima) ciri khas laba akuntansi diantaranya :   
a         Laba akuntansi didasarkan pada transaksi aktual yang dilakukan oleh sebuah perusahaan (terutama pendapatan yang diambil dari penjualan barang atau jasa dikurangi biaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut)
b        Didasarkan pada postulatperiodic  dan hubungan dengan prestasi pada prinsif keuangan perusahaan selama periode tertentu.
c         Didasarkan pada prinsif pendapatan dan membutuhkan definisi, pengukuran dan pengakuan pendapatan.
d        Membutuhkan pengukuran biaya dalam bentuk biaya histories yang dikeluarkan perusahaan untuk mendaptakan hasil tertentu.
e         Didasarkan pada prinsif “matching” artinya hasil dikurangi biaya yang diterima atau dikeluarkan dalam periode yang sama.
2.      Konsep Laba Ekonomi, yang menyatakan  bahwa laba adalah kenaikan dalam kekayaan dan dikaitkan dengan praktis bisnis. Laba ekonomi sebagi deretan peristiwa yang dihubungkan dengan 3 (tiga) tahapan yaitu :
a         Physical income yaitu konsumsi barang dan jasa pribadi  yang sebenarnya  memberikan kesenangan fisik dan memenuhi kebutuhan, laba jenis ini tidak dapat diukur.
b        Real income yaitu ungkapan kejadian yang memberikan peningkatan terhadap kesenangan fisik, ukurannya digunakan adalah “biaya hidup” (cost of living)
c         Money income merupakan hasil uang yang diterima dan dimaksudkan untuk konsumsi dan memenuhi kebutuhan hidup.
3.      Konsep laba “Capital Maintenance” menurut Belkaoli  ada 3 (tiga) konsep utama pemeliharaan modal atau pemulihan biaya yaitu :
a         Financial capital (dalam satuan unit uang) yang terdiri dari :
1)      Money maintenance yaitu modal keuangan di investasikan, dipelihara dan laba yang dihasilkan sama dengan perubahan aktiva bersih yang disesuaikan dengan transaksi modal yang dinyatakan dalam satuan uang.
2)      General purchasing power money maintenance yaitu modal keuangan diukur dengan jumlah unit daya beli yang sama. Daya beli modal keuangan yang diinvestasikan  dipelihara, laba yang dihasilakan sama dengan perubahan dalam aktiva bersih diselesaikan  dengan transaksi modal yang dinyatakan dalam jumlah unit daya beli.
b        Physical capacity (dalam satuan unit daya beli umum) terdiri dari :
1)      Productive capacity maintenance yaitu modal fisik diukur dalam jumlah unit uang. Kapasitas produksi yang digunakan dipelihara kapasitas fisik produksi dapat diartikan sebagai kapasitas  fisik kapasitas untuk produksi, volume barang dan jasa yang sama dengan kapasitas atau memproduksi nilai barang dan jasa yang sama.
2)      General Purchasing power productive capacity maintenance, yaitu modal fisik diukur dalam jumlah unit daya beli yang sama konsep ini disesuakian dengan tingkat harga umum.
2.2.6 Analisa Perubahan Laba Kotor
Analisa perubahan laba kotor adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari satu periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang di budgetkan untuk periode tersebut.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap laba kotor adalah sebagai berikut :
1.      Perubahan harga jual (sales price variance) yaitu ada perubahan dengan harga jual anggaran. Perubahan laba kotor yang disebabkan adanya perubahan harga jual dikumpulkan dengan rumus :
(Hjr-Hja)KR
Dimana   : Hjr    : Harga jual realisasi (tahun yang berlaku sekarang)
                  Hja   : Harga jual anggaran tahun lalu
                  KR   : Kuantitas realisasi
Apabila (Hjr-Hja) hasilnya positif berarti ada kenaikan harga yang menunjukan keadaan yang menguntungkan, sebaliknya bila hasilnya negatif berarti ada penurunan haraga jual dan menunjukan keadaan yang merugikan.
2.      Perubahn kuantitas produk yang dijual (sales volume variance) yaitu ada perbedaan antara kuantitas produk anggaran (tahun lalu) dengan kuantitas produk realisasi. Perubahan laba kotor yang disebabkan adanya perubahan kuantitas produk yang dijual ditentukan denga rumus :
(KR-KA) HJa
Apabila (KR-KA) hasilnya menunjukkan positif bahwa kuantitas produk yang sesungguhnya dijual lebih dari kuantitas yang dianggarkan hal ini menunjukkan keadaan yang menguntungkan atau bagian penjualan bekerjanya lebih baik. Sebaliknya bila hasilnya negatif berarti penjualan turun dan menunjukkan keadaan yang merugikan.
3.      Perubahan harga pokok penjualan persatuan produk (cost price variance) yaitu adanya perbedaan antara harga pokok penjualan persatuan dengan produk menurut perencanaan tahun sebelumnya dengan harga pokok penjualan, realisasi perubahan laba kotor yang disebabkan adanya perubahan harga pokok penjualan atau satuan produk yang dijual ditentukan dengan rumus :
(HPRr-HPPa)KR
Apabila hasil (HPRr-HPPa) positif maka harga pokok penjualan mengalami kenaikan dalam sektor biaya dan sebaliknya bila hasilnya negatif maka menunjukkan keadaan yang merugikan.
4.      Perubahan kuantitas harga pokok penjualan (cost volume variance) yaitu ada perubahan harga pokok penjualan, karena perubahan kuantitas atau volume penjualan. Perubahan laba kotor yang disebabkan adanya kuantitas harga pokok penjualan persatuan produk yang dijual ditentukan dengan rumus
(KR-KA)HPPa
Apabila (KR-KA) hasilnya positif berarti kuantitas yang dijual atau yang diproduksi bertambah (mengalami kenaikan), juka kuantitas bertambah maka harga pokok penjualan akan mengalami kenaikan pula, hal ini menunjukan keadaan yang merugikan

0 comments:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com