WINBIE GENESIS: Pelaksanaan Ekspor dan Import dengen Letter of Credit (L/C) winbie genesis

Pages

Saturday, May 30, 2015

Pelaksanaan Ekspor dan Import dengen Letter of Credit (L/C)

Pelaksanaan Ekspor dan Import dengen Letter of Credit (L/C)

L/C adalah kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabahnya karena umumnya nasabah  tidak  membayar  penuh  jumlah  uang  yang  harus  dibayarkan  kepada eksportir pada saat L/C  dibuka,  tetapi hanya persentase tertentu saja. (disebut margin deposit). Misalnya 10%, 20%  dan lain-lain dari seluruh nilai L/C. Oleh karena itu L/C sering disebut juga dgn istilah documentary credit. Mekanisme L/C adalah sebagai berik
ut :



(1)       Sales contract (Persetujuan penjualan) (2)            Permohonan Pembukaan L/C
(3)       Pembukaan L/C
(4)       Penerusan L/C (L/C advising) (5)     Pengiriman barang
(6)       Penyerahan dokumen
(7)       Negosiasi L/C (L/C negotiating) (8)  Pegiriman dokumen
(9)       Pembayaran kembali (reimbursement) (10)            Pemberitahuan
(11)     Pembayaran dan penyerahan dokumen

Pihak-pihak yang terlibat di dalam mekanisme L/C:
Applicant   :    pihak   yang    mengajukan   permohonan   pembukaan   L/C. Applicant ini tidak lain adalah importer. Istilah lain untuk applicant ini adalah accountee atau buyer (pembeli).
Opening Bank atau kadang-kadang disebut juga issuing bank, yaitu bank yang mengeluarkan (membuka) atau menerbitkan /C kepada importer Beneficiary yaitu pihak  yang menerima L/C. pihak ini tidak lain adalah eksportir atu seller, atau disebut juga dengan istilah shipper (karena dia yg mengapalkan barang).
Advising Bank, bank yang meneruskan L/C kepada beneficiary Negotiating bank, yaitu bank yang melakukan pembelian atau pengambil alihan atau menegosiasi dokumen dari eksportir.
Reimbursing Bank, yaitu bank yg melakukan pembayaran kembali kepada negotiating bank atas L/C yang ditebusnya.

Jenis-jenis L/C
1.         Revocable L/C dan Irrevocable L/C
2.         Sight L/C dan Usance L/C
3.         Restricted L/C dan Unrestricted L/C
4.         Confirmed L/C dan Unconfirmed L/C
5.         Red Clause L/C
6.         Transferable L/C
7.         Back to back L/C

8.         Revolving L/C
9.         Standby L/C

Beberapa dokumen yang disyaratkan di L/C:
1.  Bill of lading (B/L)
Adalah  dokumen  pengapalan  yang  paling  penting  karena  mempunyai  sifat jaminan atau pengamanan. Pihak-pihak yang tercantum dalam B/L adalah :
a.      Shipper: Pihak yang mengirim barang
b.      Consignee : Pihak yang berhak atas barang yang dikirim. c.            Notify : Pihak yang diberitahu atas kedatangan barang.
d.      Carrier : Nama perusahaan pelayaran yang bersangkutan.

B/L mempunyai 3 fungsi :
a.      Bukti tanda pengiriman
b.      Bukti kontrak pengangkutan dan penyerahan
c.      Bukti pemilkan atau dokumen pemilikan barang.



2.  Airway Bill (AWB)
Adalah tanda terima barang yang dikirim per udara untuk orang dan alamat tertentu.

3.   Draft (Wesel)
Adalah  Surat tagihan dari satu pihak kepada pihak lainnya. Pihak-pihak yang terlibat dalam wesel adalah :
a.  Drawer    :    Pihak    yg    mengeluarkan   wesel,    yaitu    pihak    yang menandatangani wesel (Penarik)
b.  Drawee : Pihak yang membayar (tertarik)
c.  Payee : Pihak yang menerima pembayaran dari drawee.

0 comments:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com