Rabu, 21 November 2012

PENGERTIAN MANAJEMEN KEUANGAN DAN RASIO KEUANGAN




Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakannya se-efektif, se-efisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba. Aktivitas itu meliputi :

1.       AKTIVITAS PEMBIAYAAN ( FinancingActivity )

Aktivitas pembiayaan ialah kegiatan pemilik dan manajemen perusahaan untuk mencari sumber modal ( sumber eksternal dan internal ) untuk membiayai kegiatan bisnis.

A.Sumber eksternal


1.       .Modal Pemilik atau modal sendiri (Owner Capital atau Owner Equity). Atau modal saham (Capital Stock ) yang terdiri dari : Saham Istimewa (Preferred Stock) dan Saham Biasa (Common Stock).
2.       Utang (Debt), Utang Jangka Pendek (Short-term Debt) dan Utang Jangka Panjang (Long-term Debt).
3.       Lain-lain, misalnya hibah.

B. Sumber Internal :

1.       Laba Ditahan (Retained Earning)
2.       Penyusutan, amortisasi, dan Deplesi ( Depreciation, Amortization, dan Deplention)
3.       Lain-lain, misalnya penjualan harta tetap yang tidak produktif.


2.      Aktiva Investasi (Investment activity)

aktivitas investasi adalah kegiatan penggunaan dana berdasarkan pemikiran hasil yang sebesar-besarnya dan resiko yang sekecil-kecilnya. Aktivitas itu meliputi :
1.       Modal Kerja (working Capital) atau harta lancar (Current Assets)
2.       Harta Keuangan (Finaceal assets) yang terdiri : investasi pada saham (stock) dan Obligasi (Bond)
3.       Harta Tetap (real Assets) yang terdiri dari : Tanah,gedung, Peralatan.
4.       Harta Tidak Berwujud (intangible assets) terdiri dari : Hak Paten, Hak Pengelolaan Hutan, Hak Pengelolaan Tambang, Goodwill.

3.      Aktivitas Bisnis (Business Activity)

Aktivitas bisnis adalah kegiatan untuk mencari laba melalui efektivitas penjualan barang atau jasa efisiensi biaya yang akan mengahsilkan laba. Aktivitas itu dapat dilihat dari laporan Laba-Rugi, yang terdiri dari unsur :
1.       Pendapatan (sales atau Revenue)
2.       Beban ( Expenses) 
3.       Laba-Rugi ( Profit-Loss)



4.      Tanggung Jawab Manager Keuangan

Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas manajer keuangan. Tugasnya antara lain adalah sebagai berikut :

1.       Perolehan dana dengan biaya murah.
2.       Penggunaan dana efektif dan efisien
3.       analisis laporan keuangan
4.       analisis lingkungan Internal dan eksternal yang berhubungan dengan keputusan rutin dan khusus.

Berdasarkan tugas tersebut, manajemen keuangan memiliki tujuan antara lain adalah ;
1.       Memaksimalkan nilai perusahaan
2.       Membina relasi dengan pasar modal dan pasar uang.















 



















5.      Sifat Dasar Perusahaan

Tujuan perusahaan adalah mencari laba dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam kegiatannya mencari laba,pemilik memberi wewenang kepada manajemen untuk melaksanakannya. Dalam usahanya memperoleh laba manajemen harus berprilaku:
1.       Memaksimumkan nilai perusahaan, artinya manajemen harus mengahasilkan laba lebih besar dari biaya modal yang digunakannya.
2.       Tanggung jawab sosial, artinya dalam mencari laba, manajemen tidak boleh merusak lingkungan alam,sosial, dan budaya.
3.       Etika, artinya manajemen dalam mengusahakan laba harus tunduk pada norma-norma sosial di lingkungan mereka bekerja dan tidak boleh menipu masyarakat konsumen.

6.      Memaksimumkan Nilai Perusahaan

Nilai ialah sesuatu yang dijunjung tinggi dan dihormati. Dalam perusahaan  hal itu diwujudkan dalam perhitungan laba oprasional bersih atau net operating profit after tax yang lazim disebut NOPAT. Perusahaan dapat dikatakan memiliki nilai maksimum jika NOPAT lebih besar dari pada biaya modal yang digunakan untuk memperoleh laba tersebut. Misalnya perusahaan memiliki modal Rp 1000, biaya modal yang diperhitungkan 10% per tahun, Laba oprasi Rp150. pajak 20%. Nilai Perusahaan sebesar :

[Laba Operasi (1 – Pajak ) – ( Biaya Modal X Modal)]
                                 Biaya Modal

[Rp 150 ( 1 – 0,20) – (0,10 X Rp 1000)]  =  Rp 1200
                                     0,10

Berdasarakan perlindungan diatas, perusahaan memiliki tambahan nilai modalnya ( atau nilai invetasinya) Rp 1000, sedangkan nilai perusahaan berdasarkan kapitalisasi laba oprasi bersih Rp 1200. Manajemen harus berusaha agar nilai perusahaan semaksimum mungkin, artinya ia harus mampu memperoleh laba operasi sebesar-besarnya dengan modal yang digunakan sekecil mungkin.

7.      Perkembangan Peranan Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan memiliki peran dalam kehidupan perusahaan ditentukan oleh perkembangan ekonomi kapitalisme. Pada awal lahirnya kapitalisme sebagai system ekonomi pada abad 18, manajemen keuangan hanya membahas topic rugi-laba. Selanjutnya berturut-turut ia memiliki peranan antara lain sebagai berikut :
1.       Tahun 1900 awal : Penerbit surat berharga
2.       Tahun 1930 – 1940 : kebangkrutan, reorganisasi
3.       Tahun 1940 – 1950 : anggaran & internal audit
4.       Tahun 1950 – 1970 : eksternal perusahaan
5.       Tahun 1970 – 1980 : inflasi
6.       Tahun 1980 – 1990 : krisis ekonomi keuangan
7.       Tahun 1990 – sekarang : globalisasi

Perkembangan manajemen keuangan sangat dipengaruhi oleh berbagai factor antara lain kebijakan moneter, kebijakan pajak, kondisi ekonomi, kondisi social, dan kondisi politik. Kebijakan moneter berhubungan dengan tingkat suku bunga dan inflasi. Khususnya inflasi mempunyai dampak langsung terhadap manajemen keuangan antara lain masalah :
1.       Masalah akuntasi
2.       Kesulitan perencanan
3.       Permintaan terhadap modal
4.       Suku bunga
5.       Harga obligasi menurun

Kondisi ekonomi juga mempunyai dampak lansung terhadap manajemen keuangan antar alin masalah :
1.       Persaingan internasional
2.       Keuangan internasional
3.       Kurs pertukaran yang berfluktuasi
4.       Marger, pengambilalihan, dan restrukturisasi
5.       Inovasi keuangan dan rekayasa keuangan


8. Pihak-Pihak yang Memerlukan Laporan Keuangan

Dalam dunia bisnis, ada beberapa pihak yag memerlukan laporan keuangan, yaitu pihak internal perusahaan dan pihak eksternal perusahaan. Pihak internal perusahaan adalah para manajer pada semua tingkat. Lapotran keuangan itu dijadikan alat untuk mengambil keputusan rutin dan keputusan khusus. Keputusan rutin meliputin keputusan0keputusan yang berhubungan dengan kegiatan oprasi dan keputusan kusus meliputi keputusan-keputusan yang berhubungan dengan investasi jangka panjang, misalnya mendirikan pabrik baru, memproduksi produk baru, mendirikan anak perusahaan, riset pemsaran, dan sebagainya.

Pihak eksternal yang membutuhkan laporan keuangan antara lain adalah pemegang saham, kantor pajak, pasar modal, lembaga keuangan, serikat buruh, dan sebagainya. Mereka mempunyai kepentingan yang berbeda-beda dalam menggunakan informasi  laporan keuangan. Pemegang saham untuk menilai investasi; kantor pajak untuk menentukan besarnya pajak penghasilan; pasar modal untuk memperkirakan harga saham; serikat buruh untuk memperkirakan bonus yang akan diterimanya. Pihak-pihak yang memerlukan laporan keuangan disajikan dalam gambar 2.1

Gambar 1.1
Pihak yang Memerlukan Laporan Keuangan



 



















 




RASIO – RASIO KEUANGAN PERUSAHAAN
RASIO – RASIO KEUANGAN PERUSAHAAN
Untuk dapat memproleh gambaran tentang perkembangan finansial suatu perusahaan, perlu mengadakan analisa atau interprestasi terhadap data finansial dari perusahaan bersangkutan, dimana data finansial itu tercermin didalam laporan keuangan. Ukuran yang sering digunakan dalam analisa finansial adalah ratio.
Laporan Keuangan dibuat agar dapat digunakan suatu kegunaan yang penting adalah dalam menganalisis kesehatan ekonomi perusahaan. Menurut Kown ( 2004 ; 107 ) : “ Hasil dari menganalisis laporan keuangan adalah rasio keuangan berupa angka-angka dan rasio keuangan harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan”.
analisa Laporan Keuangan menyangkut pemeriksaaan keterkaitan angka–angka dalam laporan keuangan dan trend angka –angka dalam beberapa periode, satu tujuan dari analisis laporan keuangan menggunakan kinerja perusahaan yang lalu untuk memperkirakan bagaimana akan terjadi dimasa yang akan datang.
Menurut Van Horne ( 2005 : 234) : “Rasio keuangan adalah alat yang digunakan untuk menganalisis kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Kita menghitung berbagai rasio karena dengan cara ini kita bisa mendapat perbandingan yang mungkin akan berguna daripada berbagai angka mentahnya sendiri”.
Meskipun analisis rasio mampu memberikan informasi yang bermanfaat sehubungan dengan keadaan operasi dan kondisi keuangan perusahaan, terdapat juga unsur keterbatasan informasi yang membutuhkan kehati – hatian dalam mempertimbangkan masalah yang terdapat dalam perusahaan tersebut.
Menurut Kown (2004: 108) : Rasio keuangan setidaknya dapat memberikan jawaban atas empat pertanyaan yaitu :
1. Bagaimana Likuiditas Perusahaan
2. Apakah Manajemen efektif menghasilkan laba operasi atas aktiva
3. Bagaimana perusahaan didanai
4. Apakah pemegang saham biasa mendapatkan tingkat pengembalian
yang cukup.
Hal ini disebabkan sulitnya mendapatkan rata – rata pembanding yang tepat bagi perusahaan yang mengoperasikan beberapa divisi yang berbeda pada industri yang berlainan.
Sebagai salah satu bentuk informasi yang relevan dan kegunaanya yang efektif dalam menganalisa rasio dalam pengambilan keputusan. Dalam melakukan analisa, penganalisa dapat menggunakan dua macam perbandingan yaitu :
1. Membandingkan rasio sekarang dengan rasio – rasio yang lalu atau dengan rasio – rasio yang diperkirakan untuk waktu yang akan datang dari perusahaan yang sama.
2. Membandingkan rasio perusahaan dengan rasio –rasio yang sejenis dengan perusahaan lain yang sejenis, dan pada waktu yang sama.
Menurut Sumber datanya Van Horne ( 2005 : 234) : Angka rasio dapat dibedakan atas :
1. Rasio – rasio neraca ( Balance Sheet Ratio ), yaitu ratio – ratio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, misalnya current ratio, acid test ratio, current asset to total asset ratio, current liabilities to total asset ratio dan lain sebagainya.
2. Rasio – rasio Laporan Laba Rugi ( Income Statement Ratio ), ialah data yang disusun dari data yang berasal dari income statement, misalnya gross profit, net margin, operating margin, operating ratio dan sebagainya.
3. Rasio –rasio antar Laporan Keuangan ( Intern Statement Ratio), ialah ratio –ratio yang disusun dari data yang berasal dari neraca dan data lainya berasal dari income statement, misalnya asset turnover, Inventory turnover, receivable turnover, dan lain sebagainya.
Rasio keuangan dapat dibagi kedalam tiga bentuk umum yang sering dipergunakan yaitu : Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas ( Leverage ), dan Rasio Rentabilitas.
1. Ratio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Merupakan Ratio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajian financial jangka pendek yang berupa hutang – hutang jangka pendek (short time debt) Menurut Van Horne :”Sistem Pembelanjaan yang baik Current ratio harus berada pada batas 200% dan Quick Ratio berada pada 100%”. Adapun yang tergabung dalam rasio ini adalah :
a. Current Ratio ( Rasio Lancar)
Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki,
Current Ratio dapat dihitung dengan rumus :
Current Ratio = Aktiva Lancar
Hutang Lancar
Contoh : Current Ratio Pada PT XYZ Medan adalah sebagai berikut ( dalam Rupiah ) :
Tahun 2005 : = 1,04
Tahun 2006 : = 1,05
Ini berarti bahwa kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar, untuk tahun 2005 adalah setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin oleh Aktiva lancar Rp. 1,04. untuk tahun 2006 adalah setiap hutang lancar Rp. 1 dijamin oleh Rp.1,05 aktiva lancar.
b. Quick Ratio ( Rasio Cepat )
Merupakan rasio yang digunaka untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid . Quick Ratio dapat dihitung dengan rumus yaitu :
Quick Ratio = Aktiva Lancar – Persediaan
Hutang Lancar
c. Cash Ratio ( Rasio Lambat)
Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia dan yang disimpan diBank. Cash Ratio dapat dihitung dengan Rumus yaitu :
Cash Ratio = Cash + Efek
Hutang Lancar
2. Ratio Solvabilitas
Rasio ini disebut juga Ratio leverage yaitu mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (Bank). Adapun Rasio yang tergabung dalam Rasio Leverage adalah :
a. Total Debt to Equity Ratio (Rasio Hutang terhadap Ekuitas)
Merupakan Perbandingan antara hutang – hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibanya .
Rasio ini dapat dihitung denga rumus yaitu :
Total Debt to equity Ratio = Total Hutang
Ekuitas Pemegang Saham
b. Total Debt to Total Asset Ratio ( Rasio Hutang terhadap Total Aktiva )
Rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :
Total Debt to Total Asset Ratio = Total Hutang
Total Aktiva
3. Ratio Rentabilitas
Rasio ini disebut juga sebagai Ratio Profitabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan, profitabilitas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.
Yang termasuk dalam ratio ini adalah :
a. Gross Profit Margin ( Margin Laba Kotor)
Merupakan perandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan.
Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :
Gross Profit Margin = Laba kotor
Penjualan Bersih
b. Net Profit Margin (Margin Laba Bersih)
Merupakan rasio yang digunaka nuntuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan.
Rasio ini dapat dihitung dengan Rumus yaitu :
Net Profit Margin = Laba Setelah Pajak
Penjualan Bersih
c. Earning Power of Total investment
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto. . Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :
Earning Power of Total investment = Laba Sebelum Pajak
Total aktiva
d. Return on Equity (Pengembalian atas Ekuitas)
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :
Return on Equity = Laba Setelah Pajak
Ekuitas Pemegang Saham
macam- macam Aktiva
Aktiva dapat di bedakan atas aktiva lancar dan aktiva tetap.
1. Aktiva Lancar
    ialah aktiva yang dapat diubah menjadi uang ,dijual,atau dipakai dalam jangka waktu datu periode akuntansi.
aktiva lancar diantaranya terdiri dari komponen - komponen berikut:
a. kas(cash) yaitu uang tunai yang berada di perusahaan an uang kas yang berada di bank serta uang tunai yang sialokasikan untuk cadangan.
b. surat -surat berharga : seperti saham dan obligasi yang setiap saat dapat dijual kembali.
c. piutanr usaha (account receivable) : yaitu tagihan perusahaan kepada pihak lain yang jangka waktu pelunasannya kurang dari satu tahun.
d. wesel tagih(note receivable) : yaitu tagihan pihak perusahaan kepada pihak lain.
e. perlengkapan(supplies) : yaitu aktiva perusahaan yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan usaha suatu perusahaan .
f. pendapatan yang masih harus diterima(accrued income) : yaitu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan ,tetapi pembayarannya belum diterima.
g. Beban dibayar dimuka : yaitu beban yang dikeluarkan untuk beberapa periode ke depan,dan belum dimanfaatkan . misalnya: sewa dibayar dimuka, asuransi dibayar dimuka.
h. persediaan barang dagangan : yaitu barang -barang yang pada akhir periode penyusunan neraca masih tersimpan digudang.

2.Aktifa tetap
   aktiva tetap dapat di kelompokkan menjadi 3, yaitu invetasi jangka panjang, Aktiva tetap berwujud, dan aktiva tetap tidak berwujud.
Komponen aktiva tetap berwujud antara lain:
1. peralatan
2. tanah
3. bangunan
4. akumulasi penyusutan aktiva

Aktiva tetap tidak berwujud ialah aktiva yang eujud fisiknya tidak dapat dilihat atau tidak nampak. Adapun komponen aktiva tetap tidak berwujud, diantaranya :
1. goodwill : yaitu nama baik perusahaan
2. Hak paten : yaitu hak untuk menggunakan, memproduksi, menjual suatu pruduk.
3. Hak cipta  : yaitu hak khusus yang diberikan kepada pencipta suatu karya.
4. Franchise  : yaitu hak untuk menggunakan nama barang pihak yang memberikan hak.
5. merek dagang.

kewajiban (utang)
  1. utang jangka pendek (utang lancar)
     - utang dagang
     - utang wesel
     - beban yang masih harus dibayar
     - pendapatan diterima dinuka

  2. Utang jangka panjang
     - utang obligasi
     - utang hipotek
     - utang bank



  1.  
2.3 Analisis Rasio Laporan Keuangan
Rasio  dalam  analisis  laporan  keuangan  adalah  angka  yang menunjukkan  hubungan  antara  suatu  unsur  dengan  unsur  lainnya  dalam laporan  keuangan.   Hubungan  antara  unsur-unsur  laporan  keuangan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana.Pada  dasarnya  angka-angka  rasio  itu  dapat  dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu :
  1. Angka-angka rasio yang didasarkan pada sumber data keuangan dari mana unsur-unsur angka rasio tersebut diperoleh. Berdasarkan sumber datanya rasio dibagi menjadi tiga, yaitu :
    1. Rasio-rasio neraca (balance sheet ratios), yaitu rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, misalnya rasio lancar (current ratio) dan rasio tunai (quick ratio).
    2. Rasio-rasio  laporan  laba  rugi  (income  statement  ratios),  yaitu rasio-rasio  yang  disusun  dari  data  yang  berasal  dari  laporan perhitungan laba rugi, misalnya rasio laba bruto dengan penjualan netto, rasio laba usaha dengan penjualan netto dan operating ratio.
    3. Rasio-rasio  antar  laporan  (intern-statement  ratios),  yaitu  rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca dan laporan laba  rugi,  misalnya  rasio  penjualan  netto  dengan  aktiva  usaha, rasio  penjualan  kredit  dengan  piutang  rata-rata  dan  rasio  HPP dengan persediaan rata-rata.
  1. Angka-angka  rasio  yang  disusun  berdasarkan  tujuan  penganalisis dalam mengevaluasi suatu perusahaan.Ada  berbagai  pendapat  tentang  kategori  rasio  berdasarkan  tujuan penganalisis  dalam  mengevaluasi  suatu  perusahaan  berdasarkan laporan  keuangannya,  sedangkan  macam-macam  rasio  untuk perbankan terdiri dari :
    1. Rasio  likuiditas,  bertujuan  menguji  kecukupan  dana  perusahaan, kemampuan    perusahaan  membayar  kewajiban  yang  segera  harus dipenuhi.
    2. Rasio  solvabilitas,  bertujuan  mengukur  kemampuan  bank  dalam memenuhi hutang-hutangnya, baik jangka panjang maupun jangka pendek.
    3. Rasio  rentabilitas,  bertujuan  mengukur  kemampuan  perusahaan baik  didalam  menghasilkan  laba  atas  sejumlah  modal  dan  aktiva yang  dimilikinya,  serta  dapat  dinilainya  tingkat  efisiensi penggunaan modal dan aktiva tersebut.
2.4  Pengumpulan Data
Berikut ini adalah laporan laba/rugi dan neraca CV.Laksana Jaya pada periode tahun 2005 dan tahun 2006
Tahun 2005
LAPORAN LABA/RUGI
URAIAN
DEBET
KREDIT
Pendapatan/penjualan
Biaya produksi
1. pembelian bahan baku
2. biaya upah tukang
Total biaya produksi
Laba kotor
Biaya operasional
1. biaya transportasi
2. biaya gaji pegawai
3. biaya listrik,telpon,dan air
4. biaya penyusutan peralatan,bangunan,dan kendaraan
5. biaya perawatan peralatan,bangunan,dan kendaraan
6. biaya-biaya lain
Total biaya operasional
Rugi/laba sebelum pajak
Pajak usaha
36.586.000
6.465.000
43.051.000
1.098.000
3.500.000
778.000
1.050.000
185.000
366.500
6.978.000
112.600
51.155.000
8.104.000
1.126.000
Rugi/laba usaha bersih

1.013.400
LAPORAN NERACA
URAIN
DEBET
URAIAN
KREDIT
AKTIVA
Aktiva lancar
1. Kas
2. Kas Bank
3. Piutang
Total aktiva lancar
Aktiva tetap
1. Peralatan dan mesin
2. Ak.peny.peralatan dan mesin
3. Bangunan
4. Ak.peny.bangunan
5. Kendaraan
6. Ak.peny.kendaraan
Total Aktiva Tetap
212.166
0
21.520.000
21.732.166
47.875.000
(3.900.000)
200.000.000
(6.500.000)
42.500.000
(3.250.000)
276.725.000
PASSIVA
Utang jangka pendek
1. utang dagang
2. utang usaha
Total utang jangka pendek
Utang jangka panjang
1. utang kendaraan
Total Utang
Modal
10.725.500
45.152.000
55.877.500
7.098.000
62.975.500
235.481.666
Total Aktiva
298.457.166
Total Passiva
298.457.166
Tahun 2006
LAPORAN LABA/RUGI
URAIAN
DEBET
KREDIT
Pendapatan/penjualan
Biaya produksi
1. Pembelian Bahan Baku
2. Biaya upah tukang
Total biaya produksi
Laba kotor
Biaya operasional
1. Biaya transport
2. Biaya gaji pegawai
3. Biaya listrik,telpon,dan air
4. Biaya penyusutan peralatan,bangunan,dan kendaraan
5. Biaya perawatan peralatan,bangunan,dan kendaraan
6. Biaya lain-lain
Total biaya operasional
Laba /rugi sebelum pajak
Pajak usaha
24.519.900
6.665.900
31.184.900
1.472.500
3.500.000
747.000
1.050.000
475.000
952.000
8.196.500
112.600
46.946.500
15.761.600
7.565.100
Laba rugi sesudah pajak

7.425.50
LAPORAN NERACA
URAIAN
DEBIT
URAIAN
KREDIT
AKTIVA
Aktiva lancar
1. Kas
2. Kas Bank
3. Piutang
Total Aktiva Lancar
Aktiva tetap
1. Peralatan dan mesin
2. Ak.peny.peralatan dan            mesin
3. Bangunan
4. Ak.peny bangunan
5. Kendaraan
6. Ak.peny.kendaraan
Total Aktiva Tetap
4.388.766
0
20.258.500
24.647.266
47.875.000
(4.200.000)
200.000.000
(7.000.000)
42.500.000
(3.500.000)
275.675.000
PASSIVA
Utang jangka pendek
1. Utang dagang
2. Utang usaha
Total utang jangka pendek
Utang jangka panjang
1. Utang kendaraan
Total utang
Modal
8.767.500
42.067.000
50.834.500
6.591.000
57.425.500
242.896.000
Total Aktiva
300.322.266
Total Passiva
300.322.266
BAB 3
PERMASALAHAN
3.1 Menghitung Rasio likuiditas  (Liquidity Ratio)
Rasio likuiditas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi  kewajiban keuangan jangka pendek tepat pada waktunya.
3.1.1  Rasio Lancar (current ratio)
Aktiva lancar
Rasio lancar                  = ______________________
Kewajiban lancar
21.723.166
Tahun 2005                  =__________________________
55.877.500
=          0.4
24.674.266
Tahun 2006                  =__________________________
50.834.500
=          0.5
Perbedaan rasio lancar antara tahun 2005 dan 2006 terjadi karena peningkatan aktiva lancar yang pada tahun 2005 sebesar Rp.  21.723..166 dan pada tahun 2006 sebesar Rp. 24.647.266 serta adanya pengurangan kewajiban lancar yang pada tahun 2005 sebesar Rp. 55.877.500 dan pada tahun 2006 sebesar Rp. 50.834.500.
Walaupun demikian nilai rasio lancar dapat dikatakan baik karena perusahaaan masih mampu membayar kewajiban jangka pendek, meskipun nilai rasio lancar belum mencapai nilai 1 tetapi jika nilai rasio mencapai angka lebih dari satu   akan ada aktiva yang menganggur.
3.2 Menghitung Rasio profitabilitas (profitabilitas ratio)
Rasio profitabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari penggunanaan modalnya.
3.2.1 Margin atas laba penjualan (net profit margin)
Laba sesudah pajak
Margin laba atas penjualan  =   ___________________   x100
Penjualan
1.013.400
Tahun 2005                  = _____________________   x100
51.155.000
=      2 %
7.425.500
Tahun   2006                  =  ______________________   x 100
46.964.500
=        15 %
Dari perhitungan diatas pada tahun 2005 diperoleh net profit margin sebesar  2% dan pada tahun 2006 sebesar 15 % yang artinya margin laba atas pada perusahaan CV.Laksana Jaya mengalami peningkatan. Dapat dikatakan bahwa kinerja dalam menghasilkan margin atas laba penjualan sangat baik.
3.2.2 Kemampuan dasar menghasilkan laba (Basic earning power rasio)
EBIT (earning before interest and fax)
Basic earning power ratio          = ________________________________
Total Aktiva
1.126.000
Tahun 2005                  = ______________________  x  100
298.457.166
=          0.4 %
7.565.100
Tahun 2006                  = ____________________  x 100
300.322.266
=          2.5 %
Dari perhitungan diatas, pada tahun 2005 diperoleh basic earning power ratio sebesar 0.4% dan pada tahun 2006 sebesar 2.5%. hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menghasilkan laba yag berarti kinerja perusahaan CV.Laksana Jaya semakin baik.
3.2.3 Tingkat pengembalian laba atas total aktiva (return on total asset)
laba bersih sesudah pajak
ROA                            = ___________________________   x 100
Total aktiva
1.013.400
Tahun 2005                  = _____________________ x 100
298.457.168
=          0.3 %
7.452.500
Tahun 2006                  =   _____________________  x 100
300.322.266

=          2.4 %
Dari perhitungan diatas,pada tahun 2005 diperoleh return on total assets sebesar 0.3% dan pada tahun 2006 sebesar 2.4%. hal ini menunjukkan tingkat pengembalian laba atas total aktiva pada perusahaan CV.Laksana Jaya meningkat dengan kata lain perusahaan mampu menghasilkan laba yang dapat meningkatkan jumlah aktiva perusahaan.
3.2.4 Tingkat pengembalian atas ekuitas saham biasa (return on common equity)
Laba bersih sesudah pajak
ROE                            = _____________________________ x 100
Modal sendiri
1.013.400
Tahun 2005                  =  _____________________   x 100
235.481.666
=          0.3 %
7.452.500
Tahun 2006                  =     ____________________  x 100
242.896.766
=          3.0 %
Dari perhitungan diatas, pada tahun 2005 diperoleh return on common equity sebesar 0.3% dan pada tahun 2006 sebesar 3.0%. hal ini menunjukkan bahwa profitabilitas perusahaan mengalami peningkatan dalam pengembalian modal.
3.3 Rasio Pengelolaan Aktiva (Asset Management Ratio/Aktivity Ratio)
Rasio pengelolaan aktiva adalah alat ukur sejauh mana efektifitas perusahaan dalam menggunakan sumber daya – sumber dayanya.
3.3.1 Rasio perputaran aktiva tetap (Fixed assets turnover ratio)
Penjualan
Rasio perputaran aktiva tetap    =_____________________
Aktiva tetap bersih
51.155.000
Tahun 2005                              =   _____________
276.725.000
=          0.18
46.946.500
Tahun 2006                              =_________________
275.675.000
=          0.17
Dari perhitungan diatas pada tahun 2005 diperoleh fixed assets turnover ratio sebesar 0.18  artinya dalam tahun tersebut aktiva tetap menghasilkan penjualan 0.18 X. sedangkan untuk tahun 2006 diperoleh fixed assets turnover ratio sebesar 0.17 artinya dalam tahun tersebut aktiva tetap menghasilkan penjualan sebesar 0.17 X.
3.3.2 Rasio perputaran total aktiva (Total assets turnover ratio)
Penjualan
Rasio perputara total aktiva       =________________
Total aktiva
51.155.000
Tahun 2005                              = _________________
298.457.166
=          0.17
46.946.500
Tahun 2006                              = ____________________
300.322.266
=          0.15
Dari perhitungan diatas pada tahun 2005 dapat diperoleh  total assets turnover ratio sebesar 0.17 artinya dalam tahun tersebut aktiva menghasilkan penjualan 0.17 X, sedangkan pada tahun 2006 diperoleh total assets turnover ratio sebesar 0.15 artinya pada tahun tersebut aktiva menghasilkan penjualan 0.15 X.
3.4  Rasio pengelolaan hutang (Leverage Ratio)
Rasio pengelolaan hutang (Leverage Ratio) adalah rasio untuk mengetahui seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang.
3.4.1 Rasio hutang (debt ratio)
Total hutang
Debt ratio                                 =___________________
Total aktiva
62.975.500
Tahun 2005                              =  ________________
298.475.166
=          0.21
57.425.500
Tahun 2006                              =   _______________
300.322.266
=          0.19
Dari hasil perhitungan diatas pada tahun 2005 diperoleh debt ratio sebesar 0.21 yang artinya adalah prosentasi aktiva didanai dari hutang sebesar  21%, sedangakn untuk tahun 2006 diperoleh debt ratio sebesar 0.19 yang artinya adalah prosentasi aktiva yang didanai dari hutang sebesar 19%. Terjadinya penurunan debt ratio menunjukkan bahwa kinerja perusahaan semakin meningkat dengan semakin menurunnya hutang dalam pendanaan akitiva.

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com