WINBIE GENESIS: KONJUNGTUR EKONOMI winbie genesis

Pages

Thursday, November 22, 2012

KONJUNGTUR EKONOMI







KONJUNGTUR EKONOMI




Fluktuasi atau perubahan yang terjadi kegiatan perekonomian disebut sebagai konjungtur atau business cycle. Yang menjadi pokok permasalahan timbulnya konjungtur menurut teori moneter adalah jumlah uang yang beredar di masyarakat. Apabila masyarakat banyak memegang uang, maka akan timbul kecenderungan mempergunakan uangnya untuk keperluan konsumsi dan investasi, sedangkan sebaliknya, apabila uang sulit diperoleh, maka pengeluaran dunia bisnis dan masyarakat juga akan berkurang. Pengurangan jumlah uang sampai pada tingkat minimum ini akan menghalangi upaya dari perusahaan untuk melakukan ekspansi
.

            Kecenderungan masyarakat untuk mengurangi tingkat konsumsinya dan lebih banyak melakukan kegiatan menabung akan menyebabkan pengeluaran total tidak akan mencukupi untuk mempekerjakan semua angkatan kerja. Besarnya tingkat tabungan masyarakat ini, walaupun bisa dijadikan sebagai sumber investasi tapi kurang menguntungkan karena adanya tabungan masyarakat tersebut diikuti dengan rendahnya tingkat konsumsi masyarakat. Investasi sebagai kekuatan pendorong yang menentukan konjungtur akan berpengaruh terhadap gerakan konjungtur.

            Adanya peperangan, penemuan tambang emas, kejadian-kejadian politik, dan perubahan cuaca juga menyebabkan terjadinya goncangan ekstern yang mendorong timbulnya konjungtur. Goncangan-goncangan ini akan memberikan dorongan ke atas maupun ke bawah pada sistem perekonomian dan akan lebih diperkuat lagi oleh faktor-faktor intern.

            Pengaruh dari adanya konjungtur terhadap perekonomian Indonesia sangat terasa pada neraca perdagangan Indonesia. Hal ini disebabkan karena Indonesia selama ini mengadakan hubungan dagang dengan negara-negara di dunia, karena itu terjadinya perubahan volume ekspor dan impor akan tampak sekali. Selain berpengaruh terhadap neraca perdagangan aktivitas perekonomian di dalam negeri, juga akan berpengaruh terhadap aktivitas usaha, penyerapan tenaga kerja, tingkat investasi, tingkat harga di dalam negeri, dan sebagainya.

            Usaha pemerintah Indonesia untuk menanggulangi akibat adanya konjungtur adalah melalui beberapa kebijaksanaan fiskal dan moneter seperti deregulasi, diberlakukannya undang-undang perpajakan yang baru, dan menjaga kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang asing.

         Gelombang Konjungtur (economic cycle) adalah naik turunnya kegiatan ekonomi dari waktu ke waktu (Business Cycle)
         Naik turunnya kegiatan ekonomi membentuk satu gelombang. Kegiatan ekonomi:
      Menaik (recovery)
      Sampai pada puncak paling atas (prosperity)
      Menurun (recession)
      Sampai puncak paling bawah (depression
          
         Jevons dan Moore (1923):  Fluktuasi kegiatan ekonomi terjadi karena adanya perubahan alam
         Pigou (1927): Fluktuasi kegiatan ekonomi  terjadi karena adanya faktor psikologis para pelaku bisnis (harapan pesimistis atau optimistis
         Malthus (1936): penyebab munculnya krisis ekonomi karena adanya kekurangan konsumsi (under consumption). Alasan: sektor industri manufaktur makin berkembang dan masyarakat lebih banyak melakukan kegiatan ekonomi pada sektor tersebut.
         Mitchell (1951): Fluktuasi kegiatan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari sistem ekonomi kapitalis-liberalis.
         Hawtrey (1928) dan Friedman (1957): Fluktuasi ekonomi disebabkan oleh sistem moneter dan sistem kredit.
         Shcumpeter (1934) menyebut penyebab utama tidak stabilnya inovasi teknologi. 
         Lucas dan Barro (1976), Fisher (1979), dan Phelps (1997): Ekspektasi masyarakat yang rasional sebagai penyebab fluktuasi ekonomi.
         Keynes: Sistem moneter dan kredit bukan penyebab, tetapi merupakan akibat. Penyebab utama adalah tidak stabilnya investasi.
         Siklus konjungtur kegiatan ekonomi menurut Ellis (1991) berbeda-beda.
      Kondratif: setiap 50 tahun sekali
      Juglar: 10 tahun sekali
      Kitchin: 4 tahun sekali
      Batra (1990): 60 tahun sekali
      Mubyarto: 7 tahun sekali untuk perekonomian Indonesia (jawa: pitu-lungan).
Perekonomian mengalami gelombang naik-turun yang relatif teratur dan terjadi secara berulang dengan rentang waktu yang bervariasi. Gerakan ini disebut siklus ekonomi (business cycle).
Anatomi Siklus Ekonomi
1.        Tahap Ekspansi = kegiatan ekonomi cepat
yaitu tahap kegiatan ekonomi dalam perkembangan atau pertumbuhan yang cepat sampai tercapainya puncak kegiatan (masa “boom” atau “hausse” = konjungtur tinggi)
2.      Tahap Resesi = Kelesuan
Yaitu semula kemacetan yang timbul menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi terhenti (stagnasi) dan/atau mundur sedikit.
Jika berlangsung lama dan hebat, dimana semua sektor ekonomi ikut lesu maka kelesuan menjadi kemrosotan.
3.   Tahap Depresi = kemrosotan
Yaitu kemrosotan yang disebabkan antara lain banyak produksi berkurang, banyak pabrik tutup, banyak terjadi pengangguran (baisse atau konjungtur rendah). Tetapi akhirnya keadaan berubah lagi (titik balik bawah/trough)
4.   Tahap Recovery/Revival = pemulihan
Yaitu tahap yang mulai pulih kembali normal.
Indikator analisis siklus ekonomi
Pertumbuhan ekonomi atau jumlah output riil serta tingkat harga.
Durasi Siklus dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya
1.        Siklus Jangka Pendek (Kitchin Cycle)
§  Penemu: Joseph Kitchin (1923)
§  Durasi: 40 bulan
§  Faktor yang mempengaruhi: Custom & Nature
Pengaruh alamiah (Nature): iklim, pengaruh sinar matahari, curah hujan, kekuatan angin, gelombang laut memengaruhi aktivitas ekonomi.
Pengaruh adat-istiadat (Custom):  perayaan hari raya mempengaruhi permintaan masyarakat.
2.      Siklus Jangka Menengah (Juglar Cycle)
§  Penemu: Clement Juglar (1860)
§  Durasi: 7-11 tahun
§  Faktor yang memengaruhi: Sunspot
William Stanley Jevon menjelaskan: siklus ekonomi di bumi (perekonomian di Inggris) dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu bintik matahari (sunspot) yang berdaur ulang 11 tahun sekali, dimana akan mempengaruhi iklim/cuaca, sehingga memengaruhi output perekonomian, dan muaranya akan mempengaruhi output perekonomian nasional.
3.      Siklus Jangka Panjang (Kondratief Cycle)
§  Penemu: Nikolai D. Kondratief (1925)
§  Durasi: 48-60 tahun
§  Faktor yang memengaruhi: Invention & Innovation
Schumpeter menunjukkan bahwa siklus jangka panjang yang dialami di AS tahun 1787-1842 dipenngaruhi oleh penemuan & penerapan teknologi baru mesin uap dan melahirkan revolusi industri. Siklus panjang tahun 1843-1897 disebabkan penemuan kereta api.
TEORI PENYEBAB GELOMBANG KONJUNGTUR
·         Jevons dan Moore (1923): Fluktuasi kegiatan ekonomi terjadi karena adanya perubahan alam
·         Pigou (1927): Fluktuasi kegiatan ekonomi terjadi karena adanya faktor psikologis para pelaku bisnis (harapan pesimistis atau optimistis)
·         Malthus (1936): penyebab munculnya krisis ekonomi karena adanya kekurangan konsumsi (under consumption). Alasan: sektor industri manufaktur makin berkembang dan masyarakat lebih banyak melakukan kegiatan ekonomi pada sektor tersebut.
·         Mitchell (1951): Fluktuasi kegiatan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari sistem ekonomi kapitalis-liberalis.
·         Hawtrey (1928) dan Friedman (1957): Fluktuasi ekonomi disebabkan oleh sistem moneter dan sistem kredit.
·         Shcumpeter (1934) menyebut penyebab utama tidak stabilnya inovasi teknologi.
·         Lucas dan Barro (1976), Fisher (1979), dan Phelps (1997): Ekspektasi masyarakat yang rasional sebagai penyebab fluktuasi ekonomi.
·         Keynes: Sistem moneter dan kredit bukan penyebab, tetapi merupakan akibat. Penyebab utama adalah tidak stabilnya investasi.
·         Siklus konjungtur kegiatan ekonomi menurut Ellis (1991) berbeda-beda.
·         Kondratif: setiap 50 tahun sekali
·         Juglar: 11 tahun sekali
·         Kitchin: 4 tahun sekali
·         Batra (1990): 60 tahun sekali
·         Mubyarto: 7 tahun sekali untuk perekonomian Indonesia (jawa: pitu-lungan).
Siklus Ekonomi, Kesempatan Kerja dan Inflasi
Siklus ekonomi & kesempatan kerja berhubungan positif.
Jangka Pendek à Siklus ekonomi      ; kesempatan kerja      ; tingkat pengangguran
Asumsi: Teknologi konstan, barang modal tetap, dan tenaga kerja adalah variabel yang berubah.
Jika output riil < output natural à tingkat pengangguran meningkat > tingkat pengangguran natural, dan sebaliknya.
Jika output riil = output natural à tingkat pengangguran meningkat = tingkat pengangguran natural
Siklus ekonomi & inflasi
Jika output riil < output natural à inflasi    , dan sebaliknya.

Pengelolaan Siklus Ekonomi
Untuk menekan dampak negatif dari siklus ekonomi maka diperlukan kebijakan jangka pendek dan jangka panjang di bidang moneter dan fiskal.
Kebijakan Jangka Pendek
Target utama: mengatasi output gap
untuk mempengaruhi permintaan dan penawaran agregat jangka pendek; stimulasi permintaan.
Kebijakan Jangka Panjang
Target utama: mencapai pertumbuhan yang tinggi dan memperkecil simpangan pertumbuhan ekonomi.
Untuk stimulasi penawaran.

0 comments:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com